Author Archive for cahyashima

15
Jun
09

Ketika aku memiliki anak istimewa

Hari itu – gw lupa tepatnya hari apa -, seperti biasa gw mengendarai sepeda motor gw. Seperti biasa pula gw melewati jalanan margonda-akses UI-Pancasila-Lenteng Agung-Tanjung Barat-TB Simatupang dan akhirnya sampailah gw di kantor. Dan seperti biasa pula ketika jalanan tidak terlalu padat, pikiranku akan terus menyeruak untuk memaksaku membayangkan hal-hal yang terkadang bodoh. Tapi hari itu, bayangan yang gw bentuk telah berhasil mendorong keluar air mata.

—–

Gw ingat senyum itu. Senyum seorang bidadari yang yang keluar dari rahimku. Yang selama 9 bulan, kunyanyikan lagu sayang. Yang selama aku memeriksakannya, dokter selalu mengatakan, “janin ibu sehat sekali, pasti dia akan sangat cantik”. Dialah buah hatiku yang selama ini aku tunggu2 untuk mengisi kekosonganku sebagai seorang perempuan.

Semua yang pertama dari dia begitu istimewa.  Senyum pertama seorang malaikat yang mampu memikat hati semua orang yang melihat. Ketika tangis pertamanya berderu, itu bagaikan alunan musik yang jauh lebih indah dibanding musik orkestra apapun. Tangan kecil nan halus yang mampu meruntuhkan kekerasan hati. Aku sangat mencintainya.

Senyum, tangis, tawa, kecupan, belaiannya, dan segala sesuatu yang ada di dirinya akan tetap menjadi kesayanganku. Sampai sekarang, aku kan selalu menyayangi. Dia adalah matahariku… Dia adalah kehidupanku… Dia adalah napasku. Bagaimana mungkin aku bisa bertahan tanpa dia. Walau akhirnya, dokter menyebut dia sebagai anak autis, aku tetap menyayanginya. Karena dia begitu istimewa di hatiku. Ya…gadis itu sangat istimewa dan dia akan tetap istimewa di hatiku walau beribu mata yang tidak mampu “memandang” keistimewaannya.

Bagaimana bisa aku tak menyayanginya, kalau ketika aku menangis, dialah yang mencoba mengusap air mataku. Bagaimana bisa aku tak menyayanginya, kalau ketika dia tertawa, dia selalu membagi tawanya denganku. Bagaimana bisa aku tak menyayanginya, kalau ketika dia menangis entah dengan alasan apa, dia langsung berlari menghindar dariku seakan dia tak mau berbagi beban denganku. Bagaimana bisa aku tak menyayanginya, kalau setiap pelukan yang melingkar di leherku adalah pelukan kasih yang tak akan bisa digantikan oleh apapun. Sejuta tawa, setiap kisah, ciuman sayang, perhatian, semua aku terima dari gadis kecilku yang istimewa.

Hari itu, ketika dia berdiri di atas panggung untuk menjadi pembicara sebagai penulis buku tentang anak-anak autis, bidadariku itu kembali membuatku bangga. Dia, dengan cap autis di mata orang umum, telah berhasil membuat buku yang akan menuntun setiap orang untuk bisa lebih memahami orang-orang seperti dia. Dalam event itu pula, dia kembali membawaku menjadi bagian dari kisahnya. Ketika dengan bangganya dia mengatakan bahwa akulah yang telah menginspirasinya untuk menulis buku itu dan ia menghampiriku dan kembali untuk kesejuta kalinya ia mengecup tangan dan pipiku. Walau matanya dianggap tidak bisa fokus padaku, tapi aku tahu kalau saat itu dia menatapku. Berhasil  menatapku dan mengalirkan tatapan itu hingga hatiku yang paling dalam. Walau tanpa mengeluarkan sepatah katapun, aku tahu mata, kecupan, dan pelukannya mengirimkan pesan padaku bahwa aku adalah ibu istimewa dari seorang anak yang istimewa.

—–

Come stop your cryin’
and we’ll be alright
Just take my hand, hold it tight.
I will protect from all around you,
I will be here dont you cry.
For one so small, you seem so strong.
My arms will hold you keep you safe and warm,
This bond between us cant be broken,
I will be here dont you cry

‘Cos you’ll be in my heart,
yes you’ll be in my heart,
From this day on now and forever more.

You’ll be in my heart,
No matter what they say,
You’ll be here in my heart,
Always.

Why can’t they understand the way we feel,
They just don’t trust what they cant explain.
How know your different
Deep inside us, where not that different at all.

And you’ll be in my heart,
yes you’ll be in my heart,
From this day on now and forever more.

Don’t listen to them, ‘cos what do they know.(what do they know)
We need each other, to have to hold.
They’ll see in time, I know.

When destiny calls you, you must be strong
(you godda be strong)
I may not be with you, but you got to hold on.
They’ll see in time, I know.

That your there together ‘cos

You’ll be in my heart,
Believe me,
You’ll be in my heart.
I’ll be there from this day on,
now and forever more.
Ooh you’ll be in my heart
(you’ll be here in my heart)
No matter what they say
(I’ll be with you)
You’ll be here in my heart
(I’ll be there)
Always

Always
I’ll be with you,
I’ll be there for you always
Always and always.
Just look over your shoulder x3
I’ll be there always.

—–

Saat dengan lirih kusenandungkan lagu itu di atas motorku, ku tak mampu lagi membendung air mataku…

13
May
09

Ya Rabbi…. Masyaallah

Ya Rabbi…. Masyaallah… Hanya itu yang bisa keluar dari mulut ini. Siapa lagi yang harus kusebut melainkan Dia. Dia yang paling tahu aku. Dia yang menjagaku. Dia yang memeliharaku. Dia yang sanggup memberiku segalanya. Dia, Rabb-ku, hanya Dia yang paling mengerti aku.

Allah, jagalah aku. Aku terlalu lelah memikirkan ini. Kenapa aku harus sedih ketika memikirkannya. Bahkan aku belum mengetahuinya dengan pasti. Bahkan, aku telah bertekad untuk menghilangkan dari hidupku. Bahkan kuyakin, sedikitpun aku ada di hati.

Hatiku mulai goyah. Jantungku mulai berdegup kencang. Dan kuyakin, saat itu, air mataku akan mulai mengalir. Semua karena itu. Masih mampu kutahan air mata di pelupuk mata. Saat itu, ya, masih sanggup kutahan. Tapi ketika kumulai mendekat pada Allah, tak mampu kubendung lagi.

Tak banyak bisa kuberkata. Hanya satu. Bahkan aku hanya mampu menyadur lagu Iwan Fals.

“Dan kuakui, tanpa kemunafikkan, kucinta kau.”

11
May
09

Kenapa Aku Mulai Mengingat Lagi?

Masa2 itu…yah, kenapa harus ada di kepala gw lagi ya??? Setelah susah payah gw menghilangkannya dari otak gw…Kenapa ketika gw mulai berhasil menghilangkan dia, selalu ada aja yang membuat gw jadi mengingat dia. Entah kenapa dari tadi malem gw jadi inget sama masa2 gw sama dia pas kita ada tugas bareng…Kenapa setelah itu, selalu saja terbersit setiap kejadian yang pernah gw lalui sama dia. Padahal gw sudah bertekad untuk membuang dia dari benak gw. Membuang dia jauh2 dan menggatikannya dengan sesuatau yang lebih layak. Dia tidak layak ada di hati gw!!!!

Pagi ini, seperti biasa gw berangkat ke kantor melaju dengan sepeda motor gw. Melewati jalan margonda, seperti biasa. Seperti biasa juga, jalan mulai merayap ketika melewati traffic light juanda. Yah, semua berjalan seperti biasa. Tapi ternyata ada yang tidak biasa, ketika ternyata selepas traffic light, macet tidak juga kunjung hilang alih2 semakin merapat. Jadinya gw pelan2 jalan dan berharap macet akan berakhir di kober. Tapi ternyata, macet semakin dan semakin padat. Pelan gw melintas di jalan layang bundaran UI, dan ketika gw lihat jalan di bawah gw…WOW…macet abis. Langsung dengan cepat gw ambil sisi kanan jalan dan masuk ke UI untuk akhirnya ngambil keputusan lewat belakang aja. Gw paling benci harus merayap melewati jalan padat yang saat itu gw perkiraan macet sampai Lenteng Agung. Walhasil, gw melewati jalan belakang kukusan. Dan sekali lagi, kenangan itu kembali ke otak gw. Gw harus melewati tempat di mana gw sering berinteraksi dengan dia. Ditambah ketika gw melewati, ada hal yang semakin membuat gw inget dia. Ya Allah, please help me…..

Assalamu’alaikum…. Gw mengucapkan salam tepat di pintu kantor. Hampir semua orang dah dateng. Dan mulailah orang2 yang berdomisili di depok membahas jalanan macet tadi. Ternyata, macet gak nyampe Lenteng Agung! Tepat setelah gw putar haluan lewat UI, ternyata jalan melompong….. Ya Rabbi, kenapa juga gw harus muter??? Kenapa juga harus lewat belakang??? Kenapa juga gw harus melewati itu???

Gw biarkan saja pikiran tadi. Gw yakin gw bisa mengalahkan nafsu gw untuk mengingat dia. Gw melangkah ke meja gw dan seperti biasa, gw mulai membuka email. Wah….pesan dari facebook dah panjang berderet. Dan apa yang gw temukan. Ada note facebook yang dia kirim ke gw!!!! Walau yang ditag juga banyak, gw tetap bertanya kenapa juga gw harus ditag??? (Woi, klo Allah memang memberi jalan lo untuk membaca blog gw ini, gw berharap lo gak usah ngirim apa2 lagi ke FB gw). Gw gak mau lagi hati gw banyak masalah selama gw berhubungan dengan lo. Bukannya gw marah sama lo. Tapi seperti yang gw bilang sebelumnya, kita harus sama2 menghormati. Apapun yang mendorong kita untuk kembali berjaln di jalan yang salah, hancurkanlah. Bukan karena gw gak benci sama lo. Tapi terlebih karena gw sayang lo. Tapi terlebih lagi, gw sayang Allah. Gw gak mau lagi membuat Zat yang gw sayangi kecewa sama gw. Kawan…semoga kita bisa bertemu di jannahNya.

05
May
09

Apaan ya???

Hari ini, setelah lama gw gak posting, gw akan mencoba berbagi pikiran gw tentang apa yang gw baca. Hari ini gw baca majalag Sigma yang gw dapet di gudang kantor. Ada satu artikel yang berjudul “Hebatnya Kepulauan Biak”. Yup, artikel kecil ini menceritakan bagaimana kepulauan Biak di jejeran pulau di Timur Indonesia ini bisa dikenal oleh bangsa2 lain di dunia. Bahkan, artikel ini menyebutkan kalau Biak, sejak PD II sudah diperebutkan banyak bangsa…. Sebegitu terkenalkah Kepulauan Biak????

Setelah membaca artikel ini, gw mulai berpikir tentang tempat2 yang pernah gw datangi. Yah…palingan masih seputaran Jawa. Kalau gak yogya ya solo. Kalau gak solo ya semarang. Kalau gak semarang ya Purworejo. Kalau bukan Purworejo ya Ciamis. Kalau gak Ciamis yaaaaa lokasi pasaran yang selama ini sudah berjuta2 manusia menginjaknya. Palingan yang paling jauh ya Kalimantan (itu juga keterlaluan kalau gw gak pernah ke sana, secara gw orang sana). Bahkan gw berani bertaruh, dari semua tempat yang pernah gw datangi, orang2 bule pasti dah pernah kesana juga. Dan yang gw yakin juga adalah banyak orang Indonesia yang gak pernah mengenal negerinya sendiri.

Gw malu. Kenapa setiap gw nonton acara penjelajahan yang ekstrim ke pedalaman Indonesia, yang gw lihat adalah tim yang terdiri dari orang2 jangkung berkulit putih dan berambut pirang. Acara yang gw tonton yang pemeran utamanya orang Indonesia palingan juga acara jalan2 santai yang mengunjungi hampir semua tempat yang pernah didatangi orang lain. Tempo hari gw nonton acara National Geographic dimana satu tim orang bule masuk ke pedalaman Kalimantan. Hah! Secara gw orang kalimantan, tapi gw gak pernah ngelakuin apa yang mereka lakuin.

Gw miris dengan kondisi orang2 Indonesia, minimal temen2 gw sendiri, yang begitu bangganya mereka dengan bangsa2 luar. Padahal orang luar juga bangga banget kalau pernah ke Indonesia. Well, gw membicarakan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia ya…

Aduh…………..gw ngomong apaan siy. Gw pusing ah. Yang pasti, gw cinta dengan alam Indonesia..

03
Apr
09

Luar biasa

Wah….lama gak nulis apa2 niy….. Well, gw sebenarnya pengen cerita ini dari lama banget. Tapi karena gak ada waktu karena hidup gw yang tiap hari terhimpit koran, ya sudah.

Ehm… Beberapa hai lalu pas gw naik motor ke kantor dalam keadaan ngebut (maklum gw kan selalu telat), gw mengalami kejadian yang luar biasa. Di tengah jalanan ibu kota yang lumayan ramai saat itu, gw terjang jalanan dengan kecepatan kira2 70km/jam (gak ngebut ya???). Kanan kiri gw juga banyak motor yang melaju bersamaan gw. Mungkin mereka juga dikejar waktu harus sampai cepet2 di tempat tujuan mereka.

Nah, saat itu, seperti yang dilakukan pengendara biasanya, gw menatap ke depan…jauh banget. Siap2 klo ada apa2, rem tangan dan kaki gak telat untuk ditarik dan diinjak. Pada saat itu, pikiran gw malah jauh melanglang buana. Pikiran seperti terbelah untuk mencoba memahami sesuatu yang lain.  Sesuatu yang sangat berharga untuk gw.

Saat itu, entah kenapa berpikir bahwa mata yang saat itu gw gunakan untuk melihat jalanan yang penuh dengan kendaraan, mata yang gw pakai untuk melihat jau ke depan, mata itu adalah mata yang sangat luar biasa. Saat itu, gw teringat pelajaran IPA sekolah dulu. Bagaimana mata kita bekerja dan berproses yang akhirnya membuat kita dapat melihat semua hal di sekitar kita. Mata itulah yang gw gunakan saat itu. Dengan proses yang amat sangat panjang, mata melakukan tugasnya dengan sangat briliyan. Padahal, seinget gw di pelajaran sekolah, mata tidak secara serta merta melihat suatu begitu saja. Ada proses penangkapan bayangan benda trus jatuh di retina trus bayangan itu dibalik trus…trus..trus..dan terus sampai akhirnya dibalik lagi dan akhirnya kita baru bisa melihat benda itu. Luar biasa kan kerja mata.

Saat itu, gw hanya bisa berdecak kagum dengan mata gw, mata setiap makhluk. Tapi ternyata, kekaguman gw gak hanya sampai di sini. Saat itu, gw masih dibuat berdecak kagum dengan anggota tubuh gw yang lain. Otak gw…. Yah, gw sadar bahwa mata buakn yang membuat gw melaju dengan motor gw. Ada kontribusi otak di dalamnya. Dengan cepatnya, setelah mata gw dapat melihat jalanan yang padat di depan gw, dia mengirimkan gambar itu ke otak. Dan otak itulah yang akhirnya memerintahkan gw untuk menarik gas, menarik rem, membelok2an stang, dll. Otak itulah yang dengan kecerdasannya membuat gw akhirnya tepat untuk mengambil setiap kelutusan yang harus gw lakukan dengan waktu yang sangat singkat. Luar biasa…

Otak setiap manusia memang luar biasa. Saat itu, itu yang terpikir sama gw. Tapi ternyata, kekaguman gw gak tidak berhenti sampai sini. Otak bukan yang memegang stang. Otak bukan yang memgang rem. Otak bukan mengatur gigi motor gw. Dan bukan otak pula mangatur keseimbangan tubuh gw di atas motor. Bukan dia yang melakukan fungsi teknis ini. Tapi tangan, kaki, dan seluruh tubuh gw yang menerima perintah otak dan akhirnya mereka menjalankan fungsin mereka dengan sangat cermat. Sedikitpun tidak menyimpang dengan apa yang otak perintah.

Bayangkan, apa yang gw rasakan saat itu. Gw cuma bisa berlirih “Subhanallah”. Tuhan memang luar biasa…LUAR BIASA.

20
Mar
09

arti pelajaran hari ini

Ok, arti dari pelajaran yang sudah gw terima pagi ini adalah :

Gw tidak akan keluar dari kantor ini karena masalah-masalah yang ada di kantor ini. Gw tidak akan keluar, karena itu artinya gw kalah dengan keadaan. Gw keluar bukan karena itu…tapi karena alasan yang jauh lebih baik daripada itu.

20
Mar
09

Aku belajar sesuatu yang besar hari ini

“Jadilah lautan. Walau berton-ton garam disebar, itu tak akan merubah apa yang ada di dalam diri”

Gw seneng banget hari ini. Ternyata masih banyak hal yang gw harus pelajari dan pahami tentang kehidupan. Hari ini, pagi ini, hanya dengan obrolan kurang dari setengah jam, semua beban di hati gw lepas semua.

Akhirnya, gw sudah mantab dengan apa yang akan aku gw lakukan. Kakak, you’re the one who pick me from my confusion. Thanks for being beside me…I love you bro. Yup, kakak gw, dia yang telah membuka mata gw yang tertutup selama ini.

Mulai sekarang, gw akan berusaha untuk menjadi lautan yang luas. Gw akan mencoba menampung segalanya tapi gw juga akan mencoba tidak terpengaruh dengan segalanya. Itu adalah pembelajaran buat gw. Gw akan mencoba membantu, tapi gw tidak akan memasukkan  emosi pribadi gw ke dalamnya.

Mulai sekarang, gw akan terus berjuang. Gw gak mau kalah dengan ini semua. Bukan gw gak mau kalah dengan orang yang ada di sini, tapi gw akan mengalahkan kondisi ini. Karena mereka gak salah sebagaimana gw juga gak salah. Tapi kalau gw mundur, gw tidak lebih dari orang yang kalah dan terus kalah di kemudian hari.

“Jadilah pendingin suasana, bukan pengeruh suasana”

Mulai sekarang, gw akan mencoba merangkul semua. Merangkul semuanya, karena kalau gw gak mencoba merangkul semua itu artinya gw kalah. Dan gw gak mau jadi orang yang kalah. Gw tidak akan meleburkan subjektivitas gw dalam setiap masalah yang ada. Sekali gw memasukkan itu, gw akan terus hidup dalam ketersesatan labirin yang gw buat sendiri.

“Lihat semua hal dari kacamata agama, bukan duniawi”

Mulai sekarang, gw akan mencoba solutif tanpa merubah diri menjadi orang yang sok tau. Yah, selama ini gw memang sok tau. Padahal gw bener-bener gak tau apa-apa. Mulai sekarang, gw bersedia menjadi tempat sharing tapi bukan mencari koloni.

Mulai sekarang, gw akan mencoba menjadi orang yang lebih baik, lebih bijak, lebih mau untuk melihat kondisi dari segala sisi, dan lebih dewasa dalam segala.

16
Mar
09

puzzle itu sudah tersusun lengkap

Lepas sudah semua. Yah, akhirnya beban berat itu hilang dari pundakku. Setelah sekian lama aku menunggu, akhirnya kutemukan jawaban yang sebenarnya. Walau dia menjelaskan dengan penjelasan yang lain, aku tetap menangkap pesan tersirat dari kata-katanya. Aku harus pergi dari kehidupannya. Itu pesan yang kutangkap.

Itu adalah pesan yang selama ini aku tunggu keluar dari mulutnya langsung padaku. Tak kusangka, aku bisa tetap tenang ketika mendapatkan kata-kata itu. Sampai sekarang aku pun masih tidak percaya bahwa aku bisa sekuat ini menerima itu semua. Mungkin ini adalah hasil tempaanku selama ini darinya.

Aku lega sekarang. Kelegaan ini membawaku pada keputusan-keputusanku. Aku memang telah membuat keputusan sebelum dia mengatakan ini, tapi tetap saja masih ruang kosong yang belum terisi. Terima kasih kawan, kau telah mengisi ruang itu.

Kita memang tidak berjodoh. Kamu bukan untukku sebagaimana aku bukan untukmu. Sekarang aku sadar bahwa kita memang tidak cocok. Terlalu banyak hal yang tersembunyi di antara kita. Walau aku terus mencoba berterus terang padamu tapi aku tidak merasakan sebaliknya.

Kita memang tidak ditakdirkan untuk bersatu. Karena kamu bukan yang terbaik untukku dan aku bukan yang terbaik untukmu. Allah telah memperlihatkan segalanya. Allah telah membuka mataku untuk melihat dirimu yang sebenarnya. Melihat diirimu yang memang tidak cocok apabila bersamaku. Akan terlalu banyak luka yang tercipta apabila ini tetap kupaksakan. Dan aku yakin kamu pasti telah ditunjukkan aku yang sebenarnya. Aku yang tak mungkin di sampingmu.

Kamu memang pernah ada di hatiku. Kuakui itu. Tapi kamu akan terganti dengan yang lain. Seseorang yang telah diciptakan oleh Tuhanku hanya untukku. Dan kamu tak akan pernah bisa menggantikan ia di hatiku.

Mungkin ocehanku ini terkesan putus asa. Tapi lihat kawan, tak ada nada sakit hati, kecewa, marah, ataupun benci di setiap perasaanku yang tertumpah. Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku akan tetap berdiri tanpa sedikitpun tergopoh-gopoh karenamu. Bukan karena aku tak peduli, tapi air mata ini terlalu berharga untuk mengalir karenamu.

Ya Rabbi, Ya Tuhanku, izinkanlah aku menitipkan hatiku padaMu. Ya Tuhanku, jagalah hati yang kutitipkan dan jangan pernah Kau berikan selain pada orang yang Kau anggap pantas untuk menerimanya. Tuhanku, aku tak ingin lagi hatiku ternodai. Biarlah ini menjadi yang terakhir. Tuhanku, peluklah aku dan sebarkanlah cinta untukku dan biarkan hati ini tertaut atas izinMu. Allahku, hanya Kau yang mengerti aku. Jadi aku yakin Kau yang paling tahu bagaimana takutnya hatiku.

Kawan, percayalah aku tak akan pernah berada di sisimu lagi. Bukannya aku tak mencintai ikatan pertemanan di antara kita. Tapi karena aku begitu mencintaimu, aku berharap ini akan menjadi yang terbaik untuk kita. Untukku dan juga untukmu.

12
Mar
09

sebuah keputusasaan…mungkin

Gw dah gak nafsu ngurusin kerjaan lagi. Gw dah gak nafsu ngerjain rokok lagi….. Gw mau keluar dari ini semua!

11
Mar
09

Tell the truth

I’m enchained by my own sorrow

In my eyes there is no hope for tomorrow

How I hate to see I like this

There is no way I can deny it

I can see that I’m so sad, so quiet

Tell the truth

You’re a shoulder I can cry on

My best friend, you’re the one I must rely on

You were always sure of yourself

Now I see I’ve broken a feather

I hope we can patch it up together

You and I know

How the heartaches come and they go and the scars they’re leaving

I’ll be dancing once again and the pain will end

I will have no time for grieving

You and I cry

But the sun is still in the sky and shining above us

Let me hear I sing once more like I did before

Sing a new song

Try once more like you did before

Sing a new song

So the walls came tumbling down And my love’s a blown out candle

All is gone and it seems too hard to handle

Tell me the truth




 

November 2009
M T W T F S S
« Jun    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30