<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>CAHAYA MALAM</title>
	<atom:link href="http://cahyashima.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cahyashima.wordpress.com</link>
	<description>Pikiran..perasaan..dan hati...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 08:39:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='cahyashima.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>CAHAYA MALAM</title>
		<link>http://cahyashima.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cahyashima.wordpress.com/osd.xml" title="CAHAYA MALAM" />
	<atom:link rel='hub' href='http://cahyashima.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>:(</title>
		<link>http://cahyashima.wordpress.com/2012/01/25/263/</link>
		<comments>http://cahyashima.wordpress.com/2012/01/25/263/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 08:39:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahyashima</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyashima.wordpress.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[Aku semakin takut dengan rasa itu Air mata masih juga berteman ketika terbersit ganjalan atas sulitnya perjalanan kita Ditambah dengan pikiran-pikiran bodoh yang terkadang berhasil menguras tenaga jiwa Huhfff&#8230; kuhela nafas panjang ini lagi sebagai kawan atas pengungkapan isi hati Ketahuilah, aku tak ingin pikiran ini tumbuh semakin dalam Karenanya, kucoba berbagi dengan kata-kata Akankah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyashima.wordpress.com&amp;blog=6615977&amp;post=263&amp;subd=cahyashima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku semakin takut dengan rasa itu<br />
Air mata masih juga berteman ketika terbersit ganjalan atas sulitnya perjalanan kita<br />
Ditambah dengan pikiran-pikiran bodoh yang terkadang berhasil menguras tenaga jiwa<br />
Huhfff&#8230; kuhela nafas panjang ini lagi sebagai kawan atas pengungkapan isi hati</p>
<p>Ketahuilah, aku tak ingin pikiran ini tumbuh semakin dalam<br />
Karenanya, kucoba berbagi dengan kata-kata<br />
Akankah kau selalu menerima, bersedia untuk menjaga, dan berusaha mewujudkan<br />
Memelukku dengan segala kesederhanaanmu<br />
Selalu?</p>
<p>Wahai pria&#8230; otakku masih berputar, hatiku masih belum tenang, jiwaku masih juga meronta, dan tarikan nafasku masih sulit sekali kuatur<br />
Seperti yang kuucap, candu itu seakan ada di dirimu<br />
Masuk tepat di penghujung dalam jantungku<br />
Menikamnya kuat dan menahannya dengan sangat erat<br />
Mengikat kuat hingga hanya separuh nafas yang masih mampu untuk kuhela<br />
Lalu, kulirihkan pinta kecil yang tak mungkin bisa kunilai<br />
Bersediakah kau membagi separuhnya?</p>
<p>Jakarta, 24 Januari 2012</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahyashima.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahyashima.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahyashima.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahyashima.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahyashima.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahyashima.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahyashima.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahyashima.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahyashima.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahyashima.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahyashima.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahyashima.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahyashima.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahyashima.wordpress.com/263/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyashima.wordpress.com&amp;blog=6615977&amp;post=263&amp;subd=cahyashima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyashima.wordpress.com/2012/01/25/263/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/080a8ca8fb28516f6c1031b322de1211?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shima</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akan Kuteruskan Langkah Itu</title>
		<link>http://cahyashima.wordpress.com/2012/01/25/akan-kuteruskan-langkah-itu/</link>
		<comments>http://cahyashima.wordpress.com/2012/01/25/akan-kuteruskan-langkah-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 08:34:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahyashima</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyashima.wordpress.com/2012/01/25/akan-kuteruskan-langkah-itu/</guid>
		<description><![CDATA[Aku senang dengan pembicaraan kita sore ini. Kita sudah berani terbang tapi dengan sebuah arah. Tak lagi menyusuri langit hanya karena kita terbuai dengan birunya, dan terpana dengan putihnya awan. Ibarat tumbuhan, kita sudah mampu memilah batang mana yang harus lebih dulu tumbuh dan bagian mana yang kita tahan untuk cadangan makanan kita.   Kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyashima.wordpress.com&amp;blog=6615977&amp;post=261&amp;subd=cahyashima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mbl notesBlogText clearfix">
<div>
<p>Aku senang dengan pembicaraan kita sore ini. Kita sudah berani terbang tapi dengan sebuah arah. Tak lagi menyusuri langit hanya karena kita terbuai dengan birunya, dan terpana dengan putihnya awan. Ibarat tumbuhan, kita sudah mampu memilah batang mana yang harus lebih dulu tumbuh dan bagian mana yang kita tahan untuk cadangan makanan kita.</p>
<p> </p>
<p>Kita mencoba untuk beranjak dari zona nyaman. Walau yang kita rasa ini semua masih terasa dini, tapi inilah kedewasaan. Konsekuensi dari sebuah keputusan besar yang kita ambil (minimal untuk diriku). Bukan sebuah permainan bocah yang hanya bisa mengumbar tawa dan senyum. Apakah ada dilema di dalamnya? Untukku, itulah tanda bahwa kita harus mampu menjalankannya. Karena hidup bukan hanya untuk bersenang-senang, tapi ia adalah perjuangan. Untukku dan pula untukmu.</p>
<p> </p>
<p>Kuakui, sejuta bisu terlahir dari pembicaraan itu. Tapi setidaknya, kita sudi untuk memulainya. Walau masih terasa sangat abu-abu, namun aku yakin, Allah tak pernah tidur. Karena itu, aku tak akan pernah menidurkan kekuatanku. Akan kuperjuangkan dirimu sampai suratan takdir menuliskan kata terakhirnya. Bagaimana dengan dirimu wahai pria yang kusayang?</p>
<p> </p>
<p>Ya, aku memang sayang kamu. Bahkan rasa sayangku tumbuh seiring dengan putaran waktu di setiap detiknya. Seperti yang kukatakan padamu, aku ternyata tak mampu membendung perasaanku padamu dengan batas yang coba kubangun. Semua hancur seirama dengan kelembutan sikap, rasa sayang, dan penghormatanmu padaku. Dan ternyata aku semakin sayang padamu.</p>
<p> </p>
<p>Jujur, aku hanya bisa menangis dalam solatku setelah pembicaraan itu. Pada siapa lagi aku mengadu kecuali pada tuhanku. Aku hanya mengharapkan sesuatu yang indah untuk kita berdua. Dan aku masih yakin, Allah punya rahasia yang manis untuk aku dan kamu. Apakah keyakinanmu sebesar keyakinanku?</p>
<p> </p>
<p>Mimpi yang kubangun mungkin masih sulit untuk dirintis pada bagian-bagian tertentu. Tapi aku bukannya sedirian kan? Aku memiliki kamu. Seorang lelaki yang ada karena  akal sehatku dan kecenderungan hatiku. Aku ingin menjalani setapak demi setapak dengan kamu di sampingku. Entah itu sulit, entah itu mudah. Karena saat ini aku memilihmu. Dan asaku di masa depan, senyum manis itu tak akan pernah tergantikan.</p>
<p> </p>
<p>Depok, Minggu, 15 Januari 2012</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahyashima.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahyashima.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahyashima.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahyashima.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahyashima.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahyashima.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahyashima.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahyashima.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahyashima.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahyashima.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahyashima.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahyashima.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahyashima.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahyashima.wordpress.com/261/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyashima.wordpress.com&amp;blog=6615977&amp;post=261&amp;subd=cahyashima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyashima.wordpress.com/2012/01/25/akan-kuteruskan-langkah-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/080a8ca8fb28516f6c1031b322de1211?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shima</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Respon pertama, gila &amp; lucu :D</title>
		<link>http://cahyashima.wordpress.com/2012/01/09/respon-pertama-gila-lucu-d/</link>
		<comments>http://cahyashima.wordpress.com/2012/01/09/respon-pertama-gila-lucu-d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 03:12:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahyashima</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyashima.wordpress.com/2012/01/09/respon-pertama-gila-lucu-d/</guid>
		<description><![CDATA[Akhir tahun lalu saya jadian dengan seorang teman. Sudah kenal hampir 2 tahun siy. Cuma deket pas ada moment yang nyatuiin kita (ciyeeee gw..hahahaha). Saya dan dia berbeda agama (saya islam dia khatolik) tapi sama kepercayaannya, bahwa kita sama2 percaya adanya tuhan Nah, dengan perbedaan ini, saya yakin akan timbul beragam komentar atas hubungan saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyashima.wordpress.com&amp;blog=6615977&amp;post=254&amp;subd=cahyashima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Akhir tahun lalu saya jadian dengan seorang teman. Sudah kenal hampir 2 tahun siy. Cuma deket pas ada moment yang nyatuiin kita (ciyeeee gw..hahahaha). Saya dan dia berbeda agama (saya islam dia khatolik) tapi sama kepercayaannya, bahwa kita sama2 percaya adanya tuhan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Nah, dengan perbedaan ini, saya yakin akan timbul beragam komentar atas hubungan saya dengan si dia. Saya memang tidak sengaja membuka hubungan saya ke orang-orang. Hanya beberapa orang yang saya percaya yang saya beritahu secara langsung. Ini dia beberapanya yang muncul setelah saya memberitahu bahwa saya berkomitmen dengan dia.</span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="width:507.25pt;border-collapse:collapse;" width="676" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:90.45pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="121">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Ella </span></p>
</td>
<td style="width:14.05pt;border-color:windowtext windowtext windowtext 0;border-style:solid solid solid none;border-width:1pt 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="19">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">:</span></p>
</td>
<td style="width:402.75pt;border-color:windowtext windowtext windowtext 0;border-style:solid solid solid none;border-width:1pt 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="537">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">“Ciyeeeee&#8230;.. akhirnya, kejadian juga lo” (komentar cuek sambil sibuk cuci muka dan sikat gigi di depan wastafel)</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:90.45pt;border-color:0 windowtext windowtext;border-style:none solid solid;border-width:medium 1pt 1pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="121">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Andini </span></p>
</td>
<td style="width:14.05pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="19">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">:</span></p>
</td>
<td style="width:402.75pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="537">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">“Berat lho shim. Lo yang kuat aja. Gw aja yang udah lama, susah banget” (suaranya melas banget di seberang telepon sana)</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:90.45pt;border-color:0 windowtext windowtext;border-style:none solid solid;border-width:medium 1pt 1pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="121">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Tri (by SMS)</span></p>
</td>
<td style="width:14.05pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="19">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">:</span></p>
</td>
<td style="width:402.75pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="537">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">cimaaa&#8230; gw bingung mesti komen apaaa.. gw ikut seneeeng skrg loe ada temen yang lebih personal tapi nampakny perjuangan loe aga berat yah..tapi kalian b2 uda sama2 dewasa so pasti uda siap dgn smua konsekuensiny..gw doain smoga loe ma dy brkhr indah dgn ridho Allah SWT.. amiin.. (Ini seplek2nya edisi SMS mbak tri. Gak ada satupun gaya bahasa, penulisan, bahkan jumlah huruf yang saya ubah)</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:90.45pt;border-color:0 windowtext windowtext;border-style:none solid solid;border-width:medium 1pt 1pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="121">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Ipul (SMS juga)</span></p>
</td>
<td style="width:14.05pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="19">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">:</span></p>
</td>
<td style="width:402.75pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="537">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Shim semoga sukses menempuh perjuangan baru&#8230;yang tegar yang kuat yang tabah&#8230;tetap semangat&#8230;Insya Allah ada jalan&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Gw doakan yg terbaik bwt lw slalu (Entah dapet wangsit darimana bocah satu ini tiba-tiba SMS kayak gini. Pasti dapet bocoran dari ceweknya #tunjuk mba tri)</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:90.45pt;border-color:0 windowtext windowtext;border-style:none solid solid;border-width:medium 1pt 1pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="121">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Anita</span></p>
</td>
<td style="width:14.05pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="19">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">:</span></p>
</td>
<td style="width:402.75pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="537">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">“Katolik Jawa ya? Seksi sekali” (Anak yang satu ini niy yang dodol berat. Dari semua komentar, dia yang paling gak penting&#8230;hahahaha&#8230; Tapi nyenengin kok komennya. Santai gitu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> )</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:90.45pt;border-color:0 windowtext windowtext;border-style:none solid solid;border-width:medium 1pt 1pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="121">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Martha</span></p>
</td>
<td style="width:14.05pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="19">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">:</span></p>
</td>
<td style="width:402.75pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="537">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">“Hah???!!! Tenane shim? Kuwe piyo tho!”</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:90.45pt;border-color:0 windowtext windowtext;border-style:none solid solid;border-width:medium 1pt 1pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="121">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Yogi</span></p>
</td>
<td style="width:14.05pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="19">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">:</span></p>
</td>
<td style="width:402.75pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="537">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Sugeng, nggih, bu&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Traktirane dienteni, lho&#8230; (Komen yang kayak begini niy yang musti dihindari. Taunya bukan dari gw tapi minta traktirannya dari gw :p)</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:90.45pt;border-color:0 windowtext windowtext;border-style:none solid solid;border-width:medium 1pt 1pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="121">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Ied</span></p>
</td>
<td style="width:14.05pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="19">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">:</span></p>
</td>
<td style="width:402.75pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="537">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Lo lg dimana? Gw br di gondang ini. Telp malem kali ya. lo free? (saya bisa bayangin si ied dengan tampang seriusnya sambil balas sms saya&#8230;hahahaha. Tenang Ms. Perfect)</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:90.45pt;border-color:0 windowtext windowtext;border-style:none solid solid;border-width:medium 1pt 1pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="121">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Indri</span></p>
</td>
<td style="width:14.05pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="19">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">:</span></p>
</td>
<td style="width:402.75pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="537">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Gilaaa&#8230;Itu mah bner2 gila shimaaa.. Bgmn critanya bs bgono?Sjak kpn? Emang udh ada tnd2 doi mw pndh agama? (Indri&#8230;indri&#8230; Saya bisa banyangin paniknya dia dengan kabar ini&#8230; Tenang ndri)</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:90.45pt;border-color:0 windowtext windowtext;border-style:none solid solid;border-width:medium 1pt 1pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="121">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Martha (beberapa saat setelah komen pertama)</span></p>
</td>
<td style="width:14.05pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="19">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">:</span></p>
</td>
<td style="width:402.75pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="537">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">“Kuwe wis ono omongan serius shim?” (Hahaha&#8230;akhirnya mba martha gak sekeras komen awalnya)</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:90.45pt;border-color:0 windowtext windowtext;border-style:none solid solid;border-width:medium 1pt 1pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="121">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Ella (setelah beberapa hari dari komen pertama)</span></p>
</td>
<td style="width:14.05pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="19">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">:</span></p>
</td>
<td style="width:402.75pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="537">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">“Lo beneran ya jadian sama dia??? Gw kira lo tuh cuma becanda” (Hahahaha&#8230; ella&#8230;ella&#8230; Lo tuh orang pertama yang gw kasih tau, bisa2nya lo sadar setelah orang-orang lain tau&#8230; Teman sekamar macam apa lo itu)</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:90.45pt;border-color:0 windowtext windowtext;border-style:none solid solid;border-width:medium 1pt 1pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="121">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Arya (SMS lagi)</span></p>
</td>
<td style="width:14.05pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="19">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">:</span></p>
</td>
<td style="width:402.75pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="537">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Aseek,, jd panggilan mesra nya mas nug&#8230; (Sial!!! Kenapa anak yang satu ini bisa tau ya&#8230;Huhfff&#8230;)</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:90.45pt;border-color:0 windowtext windowtext;border-style:none solid solid;border-width:medium 1pt 1pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="121">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Sulis</span></p>
</td>
<td style="width:14.05pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="19">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">:</span></p>
</td>
<td style="width:402.75pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="537">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Shimaaa&#8230;slamat ya, senengnyaa&#8230; (Ini niy&#8230; sms yang sotoy dapet gosip darimana&#8230;hahaha)</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:90.45pt;border-color:0 windowtext windowtext;border-style:none solid solid;border-width:medium 1pt 1pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="121">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Qodhi (SMS)</span></p>
</td>
<td style="width:14.05pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="19">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">:</span></p>
</td>
<td style="width:402.75pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="537">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Gubrak!! Beneran lanjut nih. Suit2. Hehehe (Ini dia orang yang bertanggung jawab atas sebutan ayam dan bebek&#8230; Makasih ya mas. Seperti yang kusebut di SMS, sounds cute&#8230;hahahaha)</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:90.45pt;border-color:0 windowtext windowtext;border-style:none solid solid;border-width:medium 1pt 1pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="121">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Arya (setelah SMS yang kesekian kali)</span></p>
</td>
<td style="width:14.05pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="19">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">:</span></p>
</td>
<td style="width:402.75pt;border-color:0 windowtext windowtext 0;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="537">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Sapa yang kaget, gw tuh selalu snang dgn brita2 yg bkin sensasi bgini..Haha (Ampun dah ababil ini. Dia pikir gw ini syahrini apa? Doyan ama sensasi2&#8230; Gw mah udah cukup terkenal tanpa kabar beginian&#8230;Hahahaha)</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Tanpa mengurangi ras hormat, saya mencoba untuk tidak mengaburkan nama teman-teman di atas. Tulisan ini hanya terlahir karena tiba-tiba terbersit keinginan saya untuk menulis kejadian lucu sepanjang hubungan saya dengan dia. Saya menerima semua komen dan respon teman-teman sebagai bentuk rasa sayang mereka ke saya. Mau itu pro atau kontra, saya yakin ini semua didasari pemikiran bahwa mereka menginginkan yang terbaik untuk saya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Teman-teman&#8230;.. Aku sayang kalian semua <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahyashima.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahyashima.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahyashima.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahyashima.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahyashima.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahyashima.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahyashima.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahyashima.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahyashima.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahyashima.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahyashima.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahyashima.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahyashima.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahyashima.wordpress.com/254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyashima.wordpress.com&amp;blog=6615977&amp;post=254&amp;subd=cahyashima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyashima.wordpress.com/2012/01/09/respon-pertama-gila-lucu-d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/080a8ca8fb28516f6c1031b322de1211?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shima</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puzzle of Us</title>
		<link>http://cahyashima.wordpress.com/2012/01/05/puzzle-od-us/</link>
		<comments>http://cahyashima.wordpress.com/2012/01/05/puzzle-od-us/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 07:54:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahyashima</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyashima.wordpress.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Aku masih ingat senyum itu. Ketika mata kita terkadang bertemu di ruang belajar. Aku sering mencuri pandang ke arahmu. Mungkin kamu tak pernah sadar bahwa setiap kesempatan aku mencoba memperhatikan tingkah lakumu di seberangku. Kamu memang satu-satunya orang yang tak pernah menempati bangku di sebelahku. Tapi tahukah kamu&#8230; Kamu berhasil singgah dan tumbuh di hatiku. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyashima.wordpress.com&amp;blog=6615977&amp;post=237&amp;subd=cahyashima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cahyashima.files.wordpress.com/2012/01/ayam-atau-bebek2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-240" title="ayam atau bebek" src="http://cahyashima.files.wordpress.com/2012/01/ayam-atau-bebek2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Aku masih ingat senyum itu. Ketika mata kita terkadang bertemu di ruang belajar. Aku sering mencuri pandang ke arahmu. Mungkin kamu tak pernah sadar bahwa setiap kesempatan aku mencoba memperhatikan tingkah lakumu di seberangku. Kamu memang satu-satunya orang yang tak pernah menempati bangku di sebelahku. Tapi tahukah kamu&#8230; Kamu berhasil singgah dan tumbuh di hatiku.</p>
<p>Aku masih ingat senyum itu. Ketika kita tertawa bersama di sela tugas-tugas menumpuk yang kita kerjakan berdua. Sumringah yang tercipta atas kisahku dan anggukan lembut kepalamu. Diwarnai latar TV yang seringkali tak kita pedulikan. Aku duduk di sini dan kamu duduk di sana.</p>
<p>Aku masih ingat senyum itu. Ketika tangan kita mulai bertaut. Lembut tanganmu kerap membuatku iri. Walau itu seringkali hanya bentuk manjaku padamu. Dan aku suka ketika kamu memberi respon akan sikapku. Tanganmu terasa hangat yang akhirnya berhasil menenangkan hatiku. Namun, tanganmu juga terasa dingin. Kamu tahu, ia berhasil membekukan setiap jengkal tubuhku saat itu.</p>
<p>Aku masih ingat senyum itu. Ketika kamu menahanku untuk tetap di sampingmu dengan melawan rasa kantukmu. Entah apakah itu hanya perasaanku saja. Tapi yang terpenting, hatiku serasa melompat saat itu. Akhirnya, kamu berhasil tertidur lelap dengan masih menggenggam tanganku.</p>
<p>Aku masih ingat senyum itu. Ketika kamu keluar dari kamar dengan rambut berantakan. Padahal kamu harus presentasi pagi itu. Kurapikan rambutmu, dan kamu sekali lagi menyunggingkan bibirmu.</p>
<p>Aku masih ingat senyum itu. Ketika kamu duduk di sampingku di bioskop. Sepanjang film, aku merasakan degupan dadaku yang tak kuasa kutahan. Aku berada di sampingmu. Kamu, orang yang kusayang, berada di sampingku.</p>
<p>Aku masih ingat senyum itu. Ketika kamu pertama kali bertemu orang tuaku. Dengan wajah bingung mereka memandangmu dan sepertinya tertarik denganmu. Kamu hanya berbicara dan menjawab seadanya di tengah obrolan seru aku dan orang tuaku. Tapi, kamu berhasil membuatku tertawa ketika menghabiskan dua tusuk sate di warung soto itu, padahal keluargaku hanya satu.</p>
<p>Aku masih ingat senyum itu. Ketika kamu menyetir di sebelahku. Aku sering menoleh ke kanan untuk memperhatikan setiap lekuk dari wajahmu. Dendangan ringan tercipta dari lidahmu dan seakan musik kecil itu menjadi teman setia di perjalanan panjang kita.</p>
<p>Aku masih ingat senyum itu. Walau aku tak bisa melihatnya. Tapi aku bisa membayangkannya ketika kudengar suaramu di seberang sana. Pasti senyummu tak lupa terhias di wajahmu. Senyum yang menjadi rindu di hatiku.</p>
<p>Apakah kamu masih ingat semua itu? Setiap keping senyum yang terbentuk di antara kita berhasil membawa kita hingga ke tahap ini. Tak ada yang sulit dan tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepanjang senyum kita bisa terus bersama, aku yakin senyum itu akan meluluhkan dunia, takdir, dan segalanya&#8230;.<br />
<a href="http://cahyashima.wordpress.com/2012/01/05/puzzle-od-us/#gallery-1-slideshow">Click to view slideshow.</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahyashima.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahyashima.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahyashima.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahyashima.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahyashima.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahyashima.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahyashima.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahyashima.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahyashima.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahyashima.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahyashima.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahyashima.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahyashima.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahyashima.wordpress.com/237/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyashima.wordpress.com&amp;blog=6615977&amp;post=237&amp;subd=cahyashima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyashima.wordpress.com/2012/01/05/puzzle-od-us/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/080a8ca8fb28516f6c1031b322de1211?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shima</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cahyashima.files.wordpress.com/2012/01/ayam-atau-bebek2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ayam atau bebek</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hatiku meledak</title>
		<link>http://cahyashima.wordpress.com/2011/09/06/hatiku-meledak/</link>
		<comments>http://cahyashima.wordpress.com/2011/09/06/hatiku-meledak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 04:52:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahyashima</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyashima.wordpress.com/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[Apakah pernah terjadi pada diri kalian sebuah perasaan yang meledak-ledak? Keinginan yang amat sangat kuat untuk melakukan apa yang kalian hasratkan? Saat ini, aku ingin sekali melarikan diri ke seluruh penjuru dunia. Seorang diri dan tanpa ijin siapapun. Melakukan segala hal yang hanya aku suka. Tidak lagi menjadi budak akan dunia ini. Aku ingin meninggalkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyashima.wordpress.com&amp;blog=6615977&amp;post=230&amp;subd=cahyashima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah pernah terjadi pada diri kalian sebuah perasaan yang meledak-ledak? Keinginan yang amat sangat kuat untuk melakukan apa yang kalian hasratkan? Saat ini, aku ingin sekali melarikan diri ke seluruh penjuru dunia. Seorang diri dan tanpa ijin siapapun. Melakukan segala hal yang hanya aku suka. Tidak lagi menjadi budak akan dunia ini. Aku ingin meninggalkan selembar kertas dan mengatakan bahwa aku akan kembali entah kapan. Tapi aku pasti akan kembali dengan jutaan kisah menarik dan indah yang aku cipta dan akan aku rasakan. </p>
<p>Aku ingin memulai hidup tanpa ada tekanan atau harapan pihak lain akan diriku. Tak ada keluarga yang mengharapkan aku menikah, tak ada kantor yang memaksaku melakukan hal yang aku benci, tak ada teman yang bisa jadi menjadi penghalang untuk berpetualangan. Aku ingin melakukan itu semua. </p>
<p>Dengan tabungan yang aku punya sekarang apakah aku masih bisa melakukannya? Aku ingin menginjak setiap jengkal bumi ini. Aku tak mau mati dan menyesal tak pernah mencium setiap udara di setiap tempat baru. Kalau memungkinkan aku akan bekerja apapun di tempat-tempat baru itu. Mencari uang di satu tempat untuk memenuhi kebutuhan di perjalanan selanjutnya. Terus dan terus begitu. Aku mau ittuuuuuu!!!!!!!!!!!!!</p>
<p>Hatiku, saat ini kamulah pahlawanku. You are my superstar! Jangan pernah padam ya. Suatu saat, tak lama lagi otakku akan mengikutimu. Bertiga, kita akan menaklukkan dunia. Dengan senyum di wajahku, persis seperti saat ini. Dengan headphone dan mendengarkan lagu kemerdekaan kita. Aku tak sabar lagi menjalani hari-hari itu. Tak ada hasrat lain&#8230; aku hanya ingin itu. Hatiku meledak!!!! Aku kegirangan!!! Aku senang meluapkan ini semua. Otakku, cepat bergerak ya&#8230;.:) </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahyashima.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahyashima.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahyashima.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahyashima.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahyashima.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahyashima.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahyashima.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahyashima.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahyashima.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahyashima.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahyashima.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahyashima.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahyashima.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahyashima.wordpress.com/230/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyashima.wordpress.com&amp;blog=6615977&amp;post=230&amp;subd=cahyashima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyashima.wordpress.com/2011/09/06/hatiku-meledak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/080a8ca8fb28516f6c1031b322de1211?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shima</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pejalan yang egois</title>
		<link>http://cahyashima.wordpress.com/2011/09/06/pejalan-yang-egois/</link>
		<comments>http://cahyashima.wordpress.com/2011/09/06/pejalan-yang-egois/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 04:51:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahyashima</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyashima.wordpress.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[“Huhf&#8230; ini adalah perjalanan terburuk yang pernah gw jalanin. Gak akan gw balik ke tempat itu lagi”. Itu adalah isi kepala saya setelah saya melakukan perjalanan ke Singapura. Bagaimana tidak, sepulangnya saya ke tanah air, sedikit pun saya tidak mendapatkan kesegaran baru. Berbeda dengan perjalanan lain yang mampu membuat saya tersenyum mengenang setiap kejadian yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyashima.wordpress.com&amp;blog=6615977&amp;post=228&amp;subd=cahyashima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Huhf&#8230; ini adalah perjalanan terburuk yang pernah gw jalanin. Gak akan gw balik ke tempat itu lagi”. </p>
<p>Itu adalah isi kepala saya setelah saya melakukan perjalanan ke Singapura. Bagaimana tidak, sepulangnya saya ke tanah air, sedikit pun saya tidak mendapatkan kesegaran baru. Berbeda dengan perjalanan lain yang mampu membuat saya tersenyum mengenang setiap kejadian yang terjadi di perjalanan, atau bahkan membuat otak saya jauh lebih segar ketimbang sebelum perjalanan, Singapura tidak memberikan “obat” mujarab dalam menjawab kesuntukan aktifitas sehari-hari saya.</p>
<p>Saya memang tidak berekspektasi terlalu tinggi terhadap negara ini. Lha wong banyak informasi yang beredar mengatakan bahwa negara ini adalah surga belanja. Sedangkan saya lebih suka mengekplorasi sesuatu di luar dunia shopping. Yah&#8230;walaupun begitu, saya masih memiliki harapan karena di penghujung penantian saya menuju Singapur, saya mendapatkan beberapa referensi tempat wisata yang saya rasa cukup nilainya di mata saya.<br />
Tapi apa yang akhirnya terjadi. Saya bahkan sampai pada titik membenci negara kecil itu dan tidak mau kembali lagi untuk melakukan perjalanan kesana. Lebih dari seminggu sekembalinya saya ke Indonesia, saya masih mangkel dengan perjalanan kali ini. Seakan-akan perjalanan tempo hari itu hanya merupakan kewajiban yang harus dilakukan karena sudah terlanjur dibeli tiketnya. Bagai sebuah perjalanan sia-sia yang bahkan membuang banyak uang dengan mahalnya kehidupan di sana. </p>
<p>Tapi sekarang kepala saya mulai mengatur isinya. Otak saya mencoba untuk berpikir lebih objektif dan menempatkan emosi tidak pada pucuk pandangan. Dalam setiap pemikirannya, saya mencoba untuk menghela nafas dan tidak menganakemaskan kemarahan saya pada negara ini. Dan akhirnya saya menyadari, semua perasaan tidak enak sepulang ke tanah air bukan diakibatkan keadaan yang ada di Singapura. Semua itu terjadi karena diri saya sendiri yang membuat perasaan menyebalkan itu.</p>
<p>Saya mencoba mengulang kembali alasan kenapa pada awalnya negara ini membuat saya kesal. Ini dia alasan-alasannya dan bagaimana alasan yang muncul di otak saya itu mulai dipatahkan dengan pemikiran dingin di otak yang sama :</p>
<p>1.	Petugas imigrasi di Singapura terlalu ketat dan sangat amat tidak ramah  Hei, bangun shima, mulai kapan saya memiliki harapan bahwa seorang petugas imigrasi akan memberikan senyuman terindah pada pendatang di negaranya. Memang terkadang kita beruntung mendapatkan petugas yang ramah tapi mungkin memang pembawaan personalnya saja ramah. Ketika saya berhadapan dengan petugas imigrasi yang baik, itu saya hitung bonus dalam perjalanan saya, bukan keharusan yang mutlak saya terima. Di otak saya mewajarkan bagaimana seorang petugas imigrasi bisa sangat sinis ketika memberikan cap di paspor. Bayangkan, setiap hari dia harus duduk dan  melayani sejubel manusia hanya untuk mencap paspor mereka. Pastilah ini membosankan untuk mereka. Jadi, kalau mereka tidak ramah, yasudahlah, terima saja sejauh mereka tetap meloloskan saya masuk ke negaranya. Jadi, kejadian tidak menyenangkan dengan petugas imigrasi Singapura, tidak bisa menjadi alasan kekesalan saya terhadap perjalanan kali ini.</p>
<p>2.	Orang Singapura adalah orang yang individualis sekali  Hahaha&#8230; Kalau dipikir lagi sekarang, saya merasa alasan ini sangatlah lucu. Sudah jelas-jelas saya hanya menjadikan alasan ini sebagai kambing hitam pekatnya hati saya setelah tidak mendapatkan perasaan segar apapun sepulang dari Singapura. Memangnya urusan saya mereka individualis atau tidak??? Memangnya saya mengharapkan semua orang Singapura akan mengobrol ngalor ngidul atau ber-haha-hihi dengan saya. Faktanya, setiap saya bertanya arah, tempat, atau apapun juga ke mereka, dengan terbuka mereka menjawab dan mencoba menjelaskan ke saya. Kalau ada satu atau dua orang yang tidak terlalu enak menjawabnya, sangatlah tidak adil apabila saya menyamakan setitik orang itu dengan kebaikan yang sudah diberikan oleh orang-orang yang lain. Hahhhh&#8230;. saya mulai merasa bahwa otak saya semakin picik . Wajar kalau saya tidak mendapatkan pengalaman seperti sebelum-sebelumnya. Perjalanan yang dulu-dulu, tidak pernah saya lakukan dengan lebih dari satu orang. Secara natural, ketika saya bersama dengan banyak orang, interaksi saya dengan orang di luar kelompok itu akan semakin menipis. Ketika saya melakukan perjalanan dengan lebih dari satu orang, kemungkinan interaksi yang terjadi pada saya dan orang luar, misalnya pada saat bertanya suatu tempat, akan lebih sedikit dibanding ketika saya berjalan hanya dengan seorang saja. Dan kemungkinan besarnya pula akan sibuk sendiri dengan kelompok besar itu yang akhirnya membuat saya tidak mempedulikan keadaan sekitar. Sebaliknya, hal serupa akan dialami oleh orang-orang di sekitar kelompok kami. Karena jumlah kami yang cukup banyak dan kesibukan-kesibukan yang kami lakukan, pastilah mereka merasa enggan untuk berinteraksi dengan kami. Dan setelah diingatkan oleh seorang kawan, saya ingat pernah bertemu dengan sepasang suami istri Singapura yang super ramah di Genting. Dan, mereka yang terlebih dahulu menyapa saya dan seorang teman saya . Jadi, ketidakramahan yang saya rasakan bukan alasan tepat kenapa saya merasa sia-sia dengan perjalanan ini.</p>
<p>3.	Rombongannya terlalu besar, jadi isi kepalanya banyak yang berbeda  Lagi-lagi saya berpikir dan berpandangan sangat sempit. Bagaimana bisa saya menyalahkan teman-teman seperjalanan saya kali ini. Seakan-akan dengan melahirkan pemikiran ini, saya bebas untuk menunjuk bahwa orang lain yang membuat saya tidak nyaman. Pengalaman kali ini akhirnya menyadarkan saya bahwa saya adalah seorang yang egois dalam sebuah perjalanan. Awal sebelum berangkat, saya merasa bahwa saya akan mampu untuk bertenggang rasa kepada teman saya yang lain akan pandangan dan minat mereka masing-masing. Harapan indah saya adalah menyatukan semua keinginan agar semua terpuaskan. Tapi apa yang terjadi? Semuanya bubar, minimal untuk diri saya sendiri. Saya kesal ketika saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan dalam suatu perjalanan. Saya kesal ketika ada banyak sumbangsih pikiran dalam sebuah perjalanan. Saya juga kesal ketika saya harus dengan rendah hati (red : terpaksa) mengikuti hal-hal yang saya anggap tidak saya butuhkan dalam sebuah perjalanan. Dan yang terlebih lagi, saya sangat kesal mengetahui kenyataan bahwa saya harus menghabiskan perjalanan ini dengan memikul berganda-ganda rasa kesal. Saya hanya ingin dalam setiap perjalanan yang saya lakukan itu sepadan. Saya harus mendapatkan pengalaman yang mengesankan. Tapi itu semua bukan salah teman-teman seperjalanan saya. Saya hanya belum mengenal diri saya sendiri. Dengan perjalanan ini akhirnya saya paham bahwa saya bukan tipe orang yang senang dalam perjalanan berkelompok yang besar. Selama ini, saya menikmati ketika saya berjalan hanya dengan seorang saja. Saya merasa otak saya tidak terlalu diperkosa. Jadi, saya harus lebih bijak untuk menyikapi diri saya sendiri untuk perjalanan-perjalanan kedepan.</p>
<p>Namun, dari semua kekesalan itu saya mendapatkan buahnya juga. Sekarang, saya semakin mengenal diri saya sendiri. Tidak perlu lah menunjuk pihak lain dalam pembentukan perasaaan saya. Mau itu bahagia, mau itu marah, mau itu kesal, mau itu lega, semua saya yang mengaturnya. Seandainya saya tidak ada perjalanan ini, saya yakin tuhan akan mengajarkan saya tentang hal ini di perjalanan-perjalanan yang lain. Syukur alhamdulillah pengalaman aneh ini terjadi ketika mengunjungi Singapura yang notabene masih sangat dengan Indonesia. Coba kalau pengalaman ini terjadi ketika saya ada di Papua, atau di Maluku Utara, atau Korea, atau Flores, atau Eropa, atau bahkan Tibet. Huaaaaa&#8230;. bisa nangis tujuh turunan saya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahyashima.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahyashima.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahyashima.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahyashima.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahyashima.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahyashima.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahyashima.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahyashima.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahyashima.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahyashima.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahyashima.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahyashima.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahyashima.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahyashima.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyashima.wordpress.com&amp;blog=6615977&amp;post=228&amp;subd=cahyashima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyashima.wordpress.com/2011/09/06/pejalan-yang-egois/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/080a8ca8fb28516f6c1031b322de1211?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shima</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yuhu&#8230;&#8230;&#8230;</title>
		<link>http://cahyashima.wordpress.com/2011/03/29/yuhu/</link>
		<comments>http://cahyashima.wordpress.com/2011/03/29/yuhu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2011 07:55:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahyashima</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyashima.wordpress.com/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya kuberteriak pada dunia Dengan lantang kuberitahukan pada semua bahwa sekarang aku lepas Bebas melalang buana dengan segala pemikiran di kepala Tak ada lagi kamu, kamu, dan kamu yang memperkosa otakku Akhirnya kuberani mengepakkan sayap Walau masih kepakan pertama dan satu sayap terasa enggan meninggalkan kemapanan Tapi dengan sekuat harapanku, kuterbang melesat mengarah dunia Tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyashima.wordpress.com&amp;blog=6615977&amp;post=225&amp;subd=cahyashima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya kuberteriak pada dunia<br />
Dengan lantang kuberitahukan pada semua bahwa sekarang aku lepas<br />
Bebas melalang buana dengan segala pemikiran di kepala<br />
Tak ada lagi kamu, kamu, dan kamu yang memperkosa otakku</p>
<p>Akhirnya kuberani mengepakkan sayap<br />
Walau masih kepakan pertama dan satu sayap terasa enggan meninggalkan kemapanan<br />
Tapi dengan sekuat harapanku, kuterbang melesat mengarah dunia<br />
Tak ada lagi mimpi yang hanya berakhir dengan omong kosong<br />
Dan kini, hanya senyum yang akan menemani</p>
<p>Pergi kau segala kekhawatiran dan ketakutan<br />
Karena bukan kau lah penguasaku<br />
Aku melayang<br />
Dengan segala kemampuan dan keyakinan yang kumiliki<br />
Dan aku yakin bahwa aku bisa<br />
Melepas segalanya dan mulai bernapas lega menghirup udara</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahyashima.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahyashima.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahyashima.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahyashima.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahyashima.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahyashima.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahyashima.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahyashima.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahyashima.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahyashima.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahyashima.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahyashima.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahyashima.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahyashima.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyashima.wordpress.com&amp;blog=6615977&amp;post=225&amp;subd=cahyashima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyashima.wordpress.com/2011/03/29/yuhu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/080a8ca8fb28516f6c1031b322de1211?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shima</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>catatan perjalanan, It won&#8217;t be worse it won&#8217;t be better</title>
		<link>http://cahyashima.wordpress.com/2011/02/24/it-wont-be-worse-it-wont-be-better/</link>
		<comments>http://cahyashima.wordpress.com/2011/02/24/it-wont-be-worse-it-wont-be-better/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 04:39:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahyashima</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyashima.wordpress.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Plan B atau rencana cadangan. Sebuah kata yang jarang sekali saya gunakan. Berbeda dengan seorang prefeksionis, saya lebih cenderung menikmati saat-saat dimana saya tidak tahu harus melakukan apa, dimana, dengan siapa, bagaimana, pokoknya saya menyukai sesuatu yang spontan terjadi. Ini juga terjadi pada perjalanan saya di KL baru-baru ini. Dalam perkiraan saya sebelum pergi, KL [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyashima.wordpress.com&amp;blog=6615977&amp;post=223&amp;subd=cahyashima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Plan B atau rencana cadangan. Sebuah kata yang jarang sekali saya gunakan. Berbeda dengan seorang  prefeksionis, saya lebih cenderung menikmati saat-saat dimana saya tidak tahu harus melakukan apa, dimana, dengan siapa, bagaimana, pokoknya saya menyukai sesuatu yang spontan terjadi.<br />
Ini juga terjadi pada perjalanan saya di KL baru-baru ini. Dalam perkiraan saya sebelum pergi, KL akan menjadi tempat yang paling tidak memberikan pengalaman yang besar dibanding Penang dan Hatyai. Kenapa? Karena menurut saya, KL itu hampir sama dengan Jakarta. Sebuah kota metropolitan yang kurang menarik bagi saya yang lebih menyukai suasana kampung. Nah, ketika saya sudah menyelesaikan eksplorasi saya di Penang -Hatyai setelah itu ke KL, saya hanya menyiapkan “amunisi” untuk mengunjungi Twin Tower yang katanya bagus. Selesai mandi pagi, saya langsung bertolak ke KLCC untuk antri naik ke Twin Tower. Huhf… ternyata ketika jam tangan saya menunjuk pukul 09.00, antrian untuk naik sudah sangaaaattttt panjang. Karena memang tujuan saya di KL hanya ingin naik Twin Tower dan nanti malam ke Petaling street, saya ikut antri saja meski harus menghabiskan waktu untuk antri seharian ini. Eh, tiba-tiba saya dapat info dari penjaga bahwa antrian belakang termasuk saya hanya akan mendapatkan tiket untuk besok. Karena besok pagi saya sudah harus bertolak ke tanah air, saya langsung cabut saja dari antrian.<br />
Bingung mau kemana, saya akhirnya memutuskan berangkat ke Genting Highland (awalnya saya kira namanya itu Genting Island. Sampai saat perjalanan pulang dari Genting naik bus dan ada iklan Genting di pinggir jalan, saya baru sadar kalau selama ini saya salah pengertian..hahahaha). Kebetulan, dua orang teman saya yang berbeda perjalanan, katanya juga mau kesitu. Dari antusiasme dia menceritakan Genting, saya tertarik untuk mencoba mendatangi lokasi ini.<br />
Akhirnya saya membeli tiket bus ke Genting siang harinya. Sekitar satu setengah jam perjalanan, saya sampai ke Genting. Dan eng…ing…eng… Selain kereta gantung yang memang jaraknya panjang itu, tidak ada hal lain yang menarik mengenai Genting. Kanan kiri, depan belakang, semua dipenuhi mall atau pusat hiburan. Saya keliling berjalan kaki tapi itu-itu lagi yang ditemukan. Bosan! Tidak lebih dari satu jam keliling Genting, saya langsung mengarahkan kaki dan otak saya untuk mencari tiket bus untuk pulang ke KL. Bolak-balik dan tanya sana sini, akhirnya saya menemukan terminal kecil yang sepertinya tidak terlalu familiar oleh petugas-petugas keamanan di Genting. Soalnya, setiap saya tanya, mereka pasti bberbeda-beda info. Ada yang bilang, saya harus balik lagi ke tempat awal saya naik keret gantung, bus sudah tidak ada, bahkan ada yang tidak tahu klo di dekat situ ada terminal. Hahahaha….<br />
Setelah mendapat tiket bus Genting-KL untuk sorenya, saya memutuskan untuk mencari berputar-putar dulu. Teringat tadi ada tanda yang menunjukkan arah kebun bunga Genting, saya mencoba mencari kebun bunga itu. Lumayanlah, daripada saya harus menunggu di terminal selama bus saya belum datang. Lelah, penat, dan sumpek akhirnya membuat saya putus asa untuk menemukan kebun bunga itu. Melihat ada pelataran dengan beberapa tempat duduk batu bata dan sedikit dihiasai tanaman, membuat saya membelokkan kaki ke tempat itu. Melepas lelah dengan pemandangan kabut yang sudah semakin turun. Ada beberapa orang yang mengambil keputusan seperti saya. Kebanyakan siy memutuskan merokok karena memang ini adalah lokasi terbuka. Tapi ada juga yang Cuma bengong-bengong seperti saya. Mungkin nasibnya tidak beda jauh dengan yang saya alami saat itu. Hahahaha…<br />
Hanya beberapa menit disana, saya sudah tidak tahan dengan asap rokok yang semakin lama semakin “melilit” paru-paru saya. Akhirnya, saya kembali terbuang dari lokasi itu dan memutuskan untuk kembali masuk ke mall untuk mencari makan siang yang bisa dimakan di bus nanti. Dengan langkah gontai tanpa semangat saya berjalan menuju mall. Tiba-tiba penunjuk arah Kebun Bunga Genting terlihat kembali. Tapi kok….. terlihat aneh ya. Posisi panahnya kok melawan arah saya, yang artinya, kebun itu tepat berada di belakang saya. Oalahhhhh….ternyata lokasi saya istirahat sebentar itu, yang penuh dengan rokok, yang tempatnya kecil, yang posisinya nyempil, yang jumlah bunganya lebih sedikit daripada bunga di kebun mama saya di rumah, itu adalah Kebun Bunga Genting….Hah!!!!!<br />
Beda cerita ketika saya ke Penang. Di hari kedua di sana, setelah ke Kek Lo Si, saya harus cepat-cepat balk ke hostel sebelum jam 12 siang yang merupakan batas waktu check out. Singkat cerita saya berhasil sampai hostel dan tidak dimintai tagihan lagi. Tapiiii…saya kehilangan waktu di jalan. Padahal saya ingin sekali ke Penang Hill yang lokasinya ternyata tidak terlalu jauh dari Kek Lo Si. Kalau saya balik lagi kesana dari hostel, saya khawatir akan ketinggalan van yang akan membawa saya ke Thailand jam 4 sore. Bingung lagi mau kemana, akhirnya saya memutuskan untuk naik saja Hop On (angkutan umum gratis di Penang) dengan tujuan entah kemana. Teringat sebuah jam besar yang sempat saya lewati ketika saya diajak berputar-putar oleh supir Rapid Penang, saya menuju saja jam besar itu. Terserah Hop On yang saya tumpangi ini mau kemana, pokoknya kalau saya melihat jam itu, saya akan langsung turun.<br />
Setelah 15 menitan berputar-putar Penang, akhirnya di kejauhan, saya melihat jam itu. Di halte terdekat dari situ akhirnya saya turun. Di tengah panas terik, saya berputar-putar sekitar situ. Ternyata, jam itu letaknya dekat dengan laut. Saya berjalan menuju laut dan di sepanjang rute yang yang tempuh ternyata saya mendapatkan banyak lokasi-lokasi menarik yang tidak saya dapat infonya di internet. Saya menemukan secuil pantai kecil berpasir putih, Fort Cornwallis (Benteng, yang tidak jadi masuki karena harus beli tiket. Jadi hanya lihat-lihat di sekitarnya saja), Tugu veteran perang Malaysia, dan juga Majelis Perbandaran Pulau Pinang. Pokoknya seru ada di tempat ini. Sebuah tempat yang tidak ada di jejeran lokasi yang harus dikunjungi, tapi berhasil memikat hati.<br />
Yah….itulah nikmatnya jalan tanpa ada aturan. Saya bisa saja mengubah rencana saya begitu saja sehingga bisa jadi saya mendapatkan pengalaman yang kurang menyenangkan tapi bisa juga sangat begitu dinikmati. Jadi, tidak punya rencana cadangan bukan suatu yang harus dihindari. Saya malah akan mendapatkan sesuatu yang mencengangkan baik itu dalam arti baik atau kurang baik. Yang penting saya tahu konsekuensi yang mungkin saya hadapi. Dua-duanya harus sama-sama disyukuri karena pengalaman itu mahal harganya. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahyashima.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahyashima.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahyashima.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahyashima.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahyashima.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahyashima.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahyashima.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahyashima.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahyashima.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahyashima.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahyashima.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahyashima.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahyashima.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahyashima.wordpress.com/223/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyashima.wordpress.com&amp;blog=6615977&amp;post=223&amp;subd=cahyashima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyashima.wordpress.com/2011/02/24/it-wont-be-worse-it-wont-be-better/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/080a8ca8fb28516f6c1031b322de1211?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shima</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Perjalanan, Dari Khawatir jadi Nyaman</title>
		<link>http://cahyashima.wordpress.com/2011/02/21/catatan-perjalanan-dari-khawatir-jadi-nyaman/</link>
		<comments>http://cahyashima.wordpress.com/2011/02/21/catatan-perjalanan-dari-khawatir-jadi-nyaman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Feb 2011 08:59:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahyashima</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyashima.wordpress.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Menginjakkan kaki ke Negara orang, apalagi untuk pertama kali, pastinya akan menimbulkan sedikit kekhawatiran. Terlebih saya memilih suatu Negara yang dalam pandangan kacamata Indonesia, “musuh bebuyutan”. Yup, Malaysia, suatu Negara yang dalam setiap hal seringkali bergesekan dengan Indonesia. Bahkan, sebelum saya berangkat, kakak saya sempat berkata, “Hati-hati aja klo pas disana kecantol cowok Malaysia. Boleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyashima.wordpress.com&amp;blog=6615977&amp;post=221&amp;subd=cahyashima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menginjakkan kaki ke Negara orang, apalagi untuk pertama kali, pastinya akan menimbulkan sedikit kekhawatiran. Terlebih saya memilih suatu Negara yang dalam pandangan kacamata Indonesia, “musuh bebuyutan”. Yup, Malaysia, suatu Negara yang dalam setiap hal seringkali bergesekan dengan Indonesia. Bahkan, sebelum saya berangkat, kakak saya sempat berkata, “Hati-hati aja klo pas disana kecantol cowok Malaysia. Boleh siy nikah, tapi jangan kaget ya klo dia akan diracunin sedikit demi sedikit.” Huaaaaaaa…….horor banget!<br />
Alhasil, otak saya jadi parno. Bahkan baru sampai di imigrasi bandara Malaysia, saya sudah deg-degan bertemu dengan petugasnya. Padahal petugas itu hanya bertanya tujuan liburan saya mau kemana. Lidah jadi kelu berhadapan dengan pria setengah melayu setengah india itu. Sampai dia harus mengulang untuk kedua kali dengan pertanyaan yang sama.<br />
Kedua, ketika saya sampai di KL Sentral, sebuah lokasi transit segala transportasi darat di KL. Saya yang baru pertama kali di sana dan sampainya tengah malam, rada kebingungan bertanya pada siapa. Tiba-tiba ada seorang laki-laki berseragam polisi yang menghampiri kami (saya masih bersama dengan tiga teman saya). Ras Melayu tapi sedikit lebih gelap dengan mata yang awalnya kurang bersahabat. Sontak pikiran saya membahana jauh, “Waduh, jangan-jangan kami dikira TKW lagi. Mampus gw”.<br />
“Nak kemane?” Polisi itu memulai percakapan. “Mau ke Penang pak. Stasiunnya belum buka ya pak?” “Wah, stasiun sudah tutup. Besok pagi pukul 5 buka. Darimana?” “Indonesia”. Langsung saja polisi itu tersenyum, “Indonesia..dan bla..bla…bla…” dilanjutkan dengan penjelasannya bagaimana kami bisa ke penang, pukul berapa kereta datang, musola dimana, jam berapa kamar mandi, dimana toilet. Pokoknya komplit..plit..plit… Setelah selesai penjelasannya, kami berpamitan. Dan sekali lagi, dia tersenyum lebar pada kami dan mengucap “ Selamat datang di Malaysia”. Tak ada pilihan lain bagi saya selain membalas senyumnya dengan senyuman terhangat yang saya miliki.<br />
Tak hanya satu polisi yang menolong kami. Setelah itu kami bertemu kembali dengan polisi yang lain. Walau yang satu ini berwajah lebih tegas, tapi ternyata dia sangat membantu. Dia tidak protes ketika kami “numpang” tidur di pelataran KL Sentral, walau awalnya kami dilarang istirahat di dalam stasiun. Dia juga mencari tahu jam berapa musola buka, padahal dia bukan muslim. Dia juga yang akhirnya memberitahu saya bagaimana saya bisa ke Penang dengan bus. Untuk kedua kalinya, pandangan saya terhadap orang Malaysia mulai berubah.<br />
Pandangan negatif ini semakin menipis dengan semakin seringnya saya berinteraksi dengan warga lokal Malaysia. Saya teringat bagaimana saya masih takut dengan seorang pria yang menawarkan saya untuk diantar ke Puduraya dari KL Sentral. Jarak yang hanya 2 Km saya anggap mampu untuk saya lewati dengan berjalan kaki. Apalagi hari masih gelap dan kemungkinan saya tidak akan ketinggalan bus ke Penang. Lumayan mengirit uang kalau jalan kaki. Tapi laki-laki itu setengah memaksa saya yang membuat saya luluh dan akhirnya duduk di kursi sebelah supir. Sambil menyetir dia menjelaskan bahwa jam setengah tujuh di Malaysia itu masih gelap sehingga saya harus berhati-hati. Ternyata Puduraya itu jaraknya lebih dari 2 Km dengan cabangan jalan yang kemungkinannya bisa membuat saya tersesat seandainya saya kekeuh berjalan kaki. Dan lagi, suasananya masih sangat gelap yang artinya belum banyak orang yang beraktifitas yang bisa saya tanya. Sebelum berpisah, pria itu sempat menasehati saya untuk sarapan dulu saja sembari menunggu bus datang.<br />
Keramahan mereka tidak hanya saya dapat ketika saya bertanya akan sesuatu. Ketika saya di penang dan memutuskan untuk makan siang di rumah makan wawasan nusantara di sekitar komtar, saya juga merasakan kehangatan mereka. Untuk saya yang sangat jarang mendapatkan masakan india di Indonesia, wajar kalau saya sedikit lebih cerewet bertanya ini itu kepada mereka. Tapi mereka dengan sangat sabar, walau dengan bahasa yang terkadang sulit saya cerna, menjelaskan kepada saya ditambah dengan senyum yang jarang sekali lepas dari wajah mereka. Rumah makan yang menyajikan makanan yang cocok dengan lidah saya ini seakan-akan memiliki aura kehangatan yang bahkan saya rasa tidak hanya terlahir dari pemilik maupun para pelayannya tapi juga mampu menular ke pembeli-pembeli lainnya. Contohnya adalah ketika saya bertemu dengan dua orang Jepang yang akrab mengobrol dengan saya walau dengan bahasa yang berbeda. Semua seakan menjadi teman dekat dan bisa bersendau-gurau dengan nyamannya. Sehingga, ketika saya menginjakkan kaki saya ke tempat ini, saya bisa merasakan berada di rumah sendiri dan merasa -ini bukan melebih2kan lho- disayang oleh mereka yang berada di rumah makan makan ini. Hahaha…. *not lebay mode on* <br />
Berada di tempat yang asing bagi saya memang menyenangkan sekaligus membangkitkan sisi berpetualang dalam diri saya. Apa yang sudah ada di dalam kepala akhirnya disinkronkan dengan apa yang terjadi di lapangan atas diri saya. Untuk kisah kali ini, ternyata isi kepala saya sebelumnya seringkali tidak sejajar dengan apa yang saya rasakan. Di sini, bukannya saya ingin membela orang-orang Malaysia. Tapi saya hanya memaparkan fakta lapangan yang terjadi pada diri saya. Apabila ini dirasa berbeda dengan yang lain, itu juga diwajarkan. Mungkin saja saya sedang beruntung karena kebetulan bertemu dengan rentetan orang Malaysia yang baik hati dan ramah. Bertemu dengan supir bus yang baik, bertemu dengan polisi yang baik, bertemu dengan pelayan yang baik, bertemu dengan petugas kartu LRT (Light Rail Transit)yang baik, bertemu dengan tempat bertanya yang baik, bahkan sampai bertemu dengan penjual es yang baik. Ya… petualangan kali ini bagi saya membuka mata saya bahwa tak seharusnya saya menyamaratakan semua orang hanya karena sebagian orang dari kelompok itu terlihat menyebalkan… Peace for whole the world </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahyashima.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahyashima.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahyashima.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahyashima.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahyashima.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahyashima.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahyashima.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahyashima.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahyashima.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahyashima.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahyashima.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahyashima.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahyashima.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahyashima.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyashima.wordpress.com&amp;blog=6615977&amp;post=221&amp;subd=cahyashima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyashima.wordpress.com/2011/02/21/catatan-perjalanan-dari-khawatir-jadi-nyaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/080a8ca8fb28516f6c1031b322de1211?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shima</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan perjalanan, Gago-Gado Bahasa</title>
		<link>http://cahyashima.wordpress.com/2011/02/18/catatan-perjalanan-gago-gado-bahasa/</link>
		<comments>http://cahyashima.wordpress.com/2011/02/18/catatan-perjalanan-gago-gado-bahasa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 05:43:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahyashima</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyashima.wordpress.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah perjalanan pertama saya menembus negara lain. Awalnya hanya ingin ke Penang, Malaysia. Namun, setelah mengetahui bahwa dari Penang ada angkutan yang bisa membawa saya mengarah ke Hatyai, Thailand hanya dalam 4-5 jam, saya kembali mengubah rencana perjalanan. Jadi, terealisasilah jalan-jalan saya ke dua negara di Asia Tenggara. Hehmmm…ternyata berada di Negara lain itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyashima.wordpress.com&amp;blog=6615977&amp;post=217&amp;subd=cahyashima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah perjalanan pertama saya menembus negara lain. Awalnya hanya ingin ke Penang, Malaysia. Namun, setelah mengetahui bahwa dari Penang ada angkutan yang bisa membawa saya mengarah ke Hatyai, Thailand hanya dalam 4-5 jam, saya kembali mengubah rencana perjalanan. Jadi, terealisasilah jalan-jalan saya ke dua negara di Asia Tenggara.</p>
<p>Hehmmm…ternyata berada di Negara lain itu susah-susah seru. Salah satunya permasalahan bahasa. Walau di Penang dan Kuala Lumpur juga menggunakan bahasa melayu yang hampir sama dengan yang kita gunakan di Indonesia, tapi tetap saja pelafalannya susah sekali dimengerti. Suatu kali ketika baru menginjakan kaki di sebuah terminal di Penang, saya harus menyambung bus ke arah Komtar, sebuah area yang sering sekali dijadikan patokan oleh para wisatawan. Nah, tiba-tiba supir bus ini bertanya darimana kami (saya dan seorang teman) berasal. Ketika kami sebut Jakarta, dia terlihat sangat sumringah. Alhasil dia dengan sangat terbuka mengajak kami berputar-putar Penang dengan ongkos bus RM 2. Tak berbeda dengan seorang pemandu wisata, sang bapak supir ini menjelaskan hampir semua tempat yang kami lewati. Bahkan dia menawarkan kami untuk mendatangi rumah seorang pejabat duta besar Indonesia yang berada di Penang. Dari bahasa tubuhnya, saya meyakini bahwa dia sangat menikmati profesi barunya sebagai pemandu kami. Tapi lagi-lagi kami juga pusing tujuh keliling dan harus memutar otak dan menajamkan telinga untuk memahami kata-kata yang dihasilkan oleh lidah melayunya. Kami menanggapinya dengan bahasa Indonesia karena kami tersadar bahwa orang-orang melayu ini lebih menyukai kami ketika berbahasa melayu. Supir bus sebelumnya, yang seorang Cina, juga mengatakan hal serupa. Ketika saya tanya, “We want to go to Komtar. Which bus that we have to take?”. Dia menjawab, “Get platform 1. Where do you come from?”. Saya menjawab, “Indonesia”. Langsung saja sang bapak ini berkata dengan wajah sumringah “Wah….Indonesia. Cakap melayulah”. Dan bla…bla…bla… Jujur, saya tak menyangka antusiasime orang Malaysia yang begitu besar ketika bertemu dengan orang Indonesia.</p>
<p>Ok, kembali ke pak supir yang membawa kami berputar-putar Penang. Perjalanan yang memakan kurang lebih 45 menit itu saya manfaatkan untuk bertanya tempat yang akan saya kunjungi di Penang yang sudah saya cari melalui website. Yah, walau dengan susah payah memahami penjelasannya. Sialnya lagi, posisi saya lebih dekat dengan supir itu sehingga mau tidak mau saya yang harus lebih aktif berkomunikasi dengan pak supir ketimbang teman saya.. Hihsss… Dan teman saya hanya cengar-cengir dan pura-pura melihat keluar jendela ketika saya kebingungan dengan logat melayu kental sang supir.</p>
<p>Beda orang, beda juga pengalaman yang akan didapat. Kali ini saya bertemu dengan pasangan Jepang yang sudah lumayan lanjut usia. Kami bertemu mereka di sebuah tempat makan yang menunya bikin ngiler (saya akan menceritakan pengalaman di kedai ini secara khusus), yaitu rumah makan Selera Mutiara yang memang menyajikan makanan khas india. Saya melihat pasangan Jepang yang duduk persis di samping kami ini memesan nasi Kandar dengan lauk sepotong ayam yang super besar. Mereka hanya memesan satu makanan dengan satu gelas es teh yang mereka makan berdua. Di sela-sela makan kami berempat, Ibu Jepang menunjuk-nunjuk minuman yang dipesan teman saya. Yah…hanya dengan bahasa tubuh itu, kami paham bahwa dia bertanya apa nama minuman itu. Kami jawab saja, “Lychee Juice” ditambah dengan acungan jempol untuk menandakan bahwa minuman ini enak. Mereka mengangguk-angguk sembari berekpresi menahan pedas ayam yang mereka makan. Saya balik bertanya, “It that hot?” , sambil menunjuk piring mereka. Tapi, pertanyaan saya hanya dijawab dengan guratan kebingungan di wajah mereka. Yup, saya tersadar bahwa pasangan ini tidak terlalu mengerti bahasa inggris. Berusaha tidak mundur dari pertanyaan itu, saya kembali menunjuk ayam itu dan berekspresi kepedasan sambil mengeluarkan suara “huah…huah…huah…” Fuihhhh, syukurlah mereka mengerti. Dan si ibu menjawab, “Oyaya..hot..hot…”, dengan logat Jepang kentalnya. Karena yang saya tahu di Jepang itu ada wasabi yang katanya super pedas, saya bertanya lagi ke mereka. “It is hotter than WASABI?” (dengan penekanan di kata wasabi). Mereka jawab, “wasabi..ya..ya..ya hot”. Ampuuuun, sepertinya mereka tidak menangkap maksud saya. Dengan segala daya upaya, jungkir balik, tangis haru biru (hahahaha), saya mencoba menjelaskan maksud saya dengan bahasa tarzan. Akhirnyaaa… Si Bapak Jepang sepertinya paham dan menjawab melalui bahasa tubuh pula dengan menimbang-nimbang dua tangannya yang saya artikan, makanan yang mereka makan sama pedasnya dengan wasabi.</p>
<p>Berlanjutkan perbincangan aneh kami berempat. Yang dua pakai bahasa jepang, yang dua lainnya memakai bahasa inggris campur Indonesia. Tapi hasilnya, obrolan seru menemani acara makan kami. Selesai mereka makan, mereka berpamitan. Teringat satu kata yang saya tahu dalam bahasa jepang, saya keluarkanlah kata-kata itu sebagai bentuk terima kasih saya atas obrolan menyenangkan dengan mereka. “Arigatou”. Tiba-tiba, mereka berdua berebutan berbicara dengan saya dalam bahasa Jepang. Mungkin mereka mengira saya bisa berbicara dalam bahasa mereka. Langsung saja saya “gelagepan” mengimbangi perkataan-perkataan mereka sambil geleng-geleng kepala menandakan saya tidak bisa berbicara bahasa Jepang. Ketika kami akan berpisah, barulah saya menyebutkan nama saya dalam bahasa Jepang. “Watashiwa shima desu”, walau belum yakin juga apakah artinya benar. Dan melanjutkan menunjuk teman saya dan menyebutkan namanya. Lalu sang bapak berbicara dalam bahasa inggris, “you, you (sambil menunjukan kami) beauty”. Hahahahaha…. Lalu sang ibu juga berbicara dalam bahasa inggris yang tidak jelas, kira-kira bunyinya seperti ini, “I had lived in Malaysia for 10 years”. Saya dan teman saya hanya berekspresi kagum sambil mengeluarkan suara “Wahhhhhh…”, yang belakangan kami mulai sadari kalau kami kemungkinan salah mendengar. Mana mungkin orang yang pernah tinggal di Malaysia 10 tahun, kok sedikit pun tak bisa berbahasa selain Jepang. Mungkin maksudnya, dia sudah 10 tahun tidak ke Malaysia.. Dung..dung J</p>
<p>Yang satu ini lain lagi. Dalam perjalanan naik van dari Penang ke Hatyai, kami bertemu dengan banyak orang dari berbagai Negara. Kalau dari bahasanya, ada yang berbahasa cina, thaailand, jepang (menurut teman saya) atau eropa non inggris (menurut saya), dan satu orang laki-laki barat yang diam saja karena memang tidak memiliki teman perjalanan. Bercampurlah berbagai bahasa Indonesia kami dengan masing-masing bahasa mereka. Sampai hamper perbatasan Malaysia-Thailand, supir menurunkan kami di sebuah tempat makan yang terdapat jasa pengurusan paspor. Hampir semua penumpang yang tersisa (8 orang), karena yang lain sudah turun sebelum sampai Thailand, memanfaatkan kesempatan ini untuk ke toilet. Setelah saya ke toilet, saya melihat dua perempuan yang berbahasa Jepang atau Eropa non inggris itu dijemput oleh sebuah mobil. Jadi, sisalah kami berenam. Supir meminta saya dan teman saya untuk mengisi formulir kedatangan. Karena memang baru pertama kali, teman saya mencoba bertanya satu item yang kami bingung mengisinya kepada pria barat itu. Sekembalinya teman saya, dia memberitahu saya bahwa pria barat itu tidak terlalu mengerti bahasa inggris. Singkat cerita, sampai di perbatasan dan kami harus ke imigrasi, pria itu bertanya darimana kami berasal. Dan, akhirnya berlanjutlah obrolan kami bertiga karena saya dan teman saya menawarkan dia untuk duduk di dekat kami selama di van. Namanya phillip, dia berasal dari Switzerland yang daerahnya lebih banyak menggunakan bahasa Jerman. Ternyata Phillip baru saja pulang dari danau Toba. Dia sudah pernah ke Hatyai sebelumnya. Dan rute perjalanan dia kali ini adalah Switzerland-Bangkok-Hatyai-Malaysia-Sumut-Malaysia-Hatyai-Bangkok-Switzerland. Berbekal pengalamannya, kami meminta Phillip untuk memperbolehkan kami mengikutinya mendapatkan guesthouse di Hatyai. Beruntung, dia juga berencana menginap di sebuah penginapan yang dekat dengan stasiun. Memang ini juga rencana saya, menginap di dekat stasiun agar besoknya saya akan bertolak ke KL naik kereta. Beruntung saya bertemu phillip.</p>
<p>Lebih seru lagi cerita di Hatyai. Ternyata di negara ini hampir semua orang tidak bisa berbahasa inggris. Walhasil, bertanya dengan pak polisi, orang di pinggir jalan, supir tuk-tuk, hingga penjual buah, semuanya sama. Pakai bahasa tubuh. Hahaha&#8230; Susah payah seorang polisi memberitahu kamu ongkos naik tuk-tuk yang akhirnya membuat saya mengeluarkan kertas dan pulpen, jual beli yang banyak dibantu dengan kalkulator, atau seorang penjual buah yang menunjuk langit (dan menyebut sky) hanya untuk memberitahu kalau kami harus naik angkot berwarna biru. Jadi, berada di Hatyai tiba-tiba membuat saya menjadi orang yang terlihat fasih sekali berbahasa inggris. Hahahahaha&#8230;.</p>
<p>Bertemu dengan dengan bermacam-macam manusia dengan latar belakang beragam itu memang seru dan menyegarkan. Walau terkadang kami harus mengulang perkataan kami karena dia kurang paham, walau kami harus mencoret-coret formulir kedatangan karena dia “sok tau” menjawab pertanyaan kami yang membuat salah isi, walau harus jumpalitan kayak tarzan, walau sering sekali kerutan di dahi muncul, walau dengan kesulitan-kesulitan lain karena perbedaan bahasa, saya sangat menikmati ini semua. Mengobrol hangat dengan supir bus, ketawa-ketiwi bersama pasangan Jepang, berteman dengan Phillip di perjalanan, dan main tebak-tebakan kata dengan orang-orang Thailand. Semuanya mempunyai kesan di hati…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahyashima.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahyashima.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahyashima.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahyashima.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahyashima.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahyashima.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahyashima.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahyashima.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahyashima.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahyashima.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahyashima.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahyashima.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahyashima.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahyashima.wordpress.com/217/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyashima.wordpress.com&amp;blog=6615977&amp;post=217&amp;subd=cahyashima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyashima.wordpress.com/2011/02/18/catatan-perjalanan-gago-gado-bahasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/080a8ca8fb28516f6c1031b322de1211?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shima</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
